Dokter Sarankan Olahraga Low Impact untuk Orang dengan Berat Badan Berlebih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dokter ortopedi dr Muhamad Afrizal Farkhan SpOT menyarankan agar orang dengan kelebihan berat badan memilih olahraga low impact seperti bersepeda, berenang, yoga, dan gym, ketimbang lari yang termasuk kategori high impact dan dapat menyebabkan tekanan berlebih pada persendian lutut. Menurutnya, lari dapat meningkatkan risiko cedera pada sendi bagi orang yang berat badannya berlebih. Untuk yang tetap ingin lari, ia menyarankan fokus pada pengaturan pola makan atau diet terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan porsi lari atau berjalan kaki yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Ia juga menekankan bahwa nyeri pada tubuh merupakan sinyal untuk berhenti sejenak dari olahraga.
Artikel ini juga menampilkan berita terkait olahraga lainnya, seperti kompetisi lari internasional yang diikuti oleh 14.100 peserta dari 46 negara, termasuk Indonesia. Beberapa acara lari seperti Amartha 10X Run 2026, ROAD to Give 2026, dan Merdeka Run 2026 juga mendapatkan perhatian besar, dengan tiket habis terjual dalam waktu singkat. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa rutin olahraga dapat mencegah masalah jantung seperti aritmia dan fibrilasi atrium.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.04
Siti Fauziah Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Pegawai MPR RI
Berita terkait
MILO ACTIV Indonesia Race 2026 Ditutup dengan Antusiasme Tinggi
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.00
Specta Run 2026: Cara FTP Unika Soegijapranata Merayakan Dies Natalis dengan Gaya Hidup Sehat
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 15.36
Pramono Siap Fasilitasi Start ITB Ultra Marathon 2026 dari Balai Kota
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.31
6 Manfaat Makan Pisang Sebelum Olahraga
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 06.03