Dokter Sebut Tumor Otak tak Selalu Berakhir Buruk, Fokus pada Kualitas Hidup Pasien
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dokter spesialis bedah saraf MRCCC Siloam Semanggi, dr. Made Agus Mahendra Inggas, menegaskan bahwa diagnosis tumor otak tidak selalu berakhir buruk. Ia menekankan pentingnya fokus pada kualitas hidup pasien sebagai salah satu target utama penanganan medis, terutama ketika penyakit tidak dapat disembuhkan secara total. Menurutnya, tumor otak memang bisa sembuh, namun jika tidak memungkinkan, peningkatan kualitas hidup menjadi prioritas krusial. Made juga memaparkan bahwa prognosis pasien sangat bergantung pada faktor-faktor seperti kecepatan dan ketepatan penanganan, serta ukuran tumor saat terdeteksi. Semakin kecil ukuran tumor saat ditemukan, semakin optimal pula hasil pengobatan yang dapat dicapai. Penanganan tumor otak, menurutnya, membutuhkan kolaborasi erat antara pasien, keluarga, dan tim medis rumah sakit, dengan pasien dan keluarga diharapkan aktif terlibat dalam menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.
Bagikan
Berita terkait
Mengenal Gejala Tumor Otak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 22.20
Apakah Stres Bisa Memicu Tumor Otak? Cek Fakta Medis dan Penjelasannya
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.29
Perbedaan Sakit Kepala Biasa dan Tumor Otak: Gejala, Ciri Khas, dan Kapan Harus Waspada
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.24
Mirip TB Paru, Kenali Ciri Kanker Paru Stadium Awal Menurut Ahli
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.02