Dosen dan Mahasiswa Unika Atma Jaya Ciptakan Sabun Cuci Piring dari Daun Mangrove
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta mendampingi Kelompok Perempuan Pesisir di Desa Pantai Sederhana, Bekasi, untuk memanfaatkan daun mangrove api-api (Avicennia marina) menjadi sabun cuci piring cair. Pelatihan ini didukung dana hibah tahun anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Sabun cuci piring merupakan kebutuhan vital bagi ibu rumah tangga, dan alternatif dari daun mangrove dapat membantu menghemat pengeluaran karena biasanya mereka membeli sabun cuci dua hingga tiga kali seminggu di warung terdekat. Sebelumnya, masyarakat di desa tersebut belum mengetahui manfaat daun mangrove api-api sebagai bahan sabun cuci, hanya mengenal buahnya untuk kue klepon.
Saonah, ketua kelompok, menyatakan bahwa mereka baru menyadari potensi daun mangrove untuk sabun cuci melalui pelatihan ini. Proyek ini menyediakan solusi pembersihan ekonomis dan mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal secara inovatif dan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.42
Prabowo Ingin Investasi Besar di Pendidikan demi Kemajuan Riset-Inovasi
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.15
Prabowo Sebut Sains dan Teknologi Kunci Kemajuan Bangsa, Pendidikan Jadi Fondasi
Berita terkait
Tanoto Foundation Tegaskan Komitmen Dorong Inovasi Pendidikan dan Kesehatan di Indonesia
JawaPos · 17 September 2026 pukul 15.45
Membangun Jiwa Wirausaha Digital Siswa melalui Mini Creativepreneur Lab di SMAN 5 Bekasi
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.14
Kemenkum NTB Apresiasi Kiprah Universitas Terbuka, Siap Bersinergi
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 18.59
Indonesia Perkuat Ekosistem Inovasi lewat Forum Teknologi Dunia
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 18.08