Dua Strategi Tangani Abu Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342316/original/032711700_1788765149-1001631471.jpg)
BMKG menggunakan dua metode modifikasi cuaca untuk mengurangi debu Gunung Anak Krakatau dalam 1-2 hari. Metode pertama menyemprot air campur surfaktan ketika tidak ada awan, mengikat debu agar turun. Metode kedua menambah bahan semai awan untuk menciptakan hujan jika awan ada. Operasi dilakukan dari Semarang dan Kertajati dengan pesawat dari Kalimantan. Efektivitas tergantung kondisi letusan; tidak ada letusan baru yang diharapkan. Kekeringan akibat El Nino diprediksi melemah mulai Oktober, berakhir November.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 15.42
BMKG target kurangi debu vulkanik Anak Krakatau dalam 1-2 hari
JawaPos · 7 September 2026 pukul 16.30
El Nino Masih Panjang, BMKG: Masa-masa Paling Berat Terasa Sampai September
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.26
Foto Hasil Paper Test Abu Vulkanik di Bandara Soetta dan Halim Negatif
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.24
Gas SO2 Menyebar Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau? Ini Kata BMKG dan PVMBG
Berita terkait
Antisipasi Kekeringan dan Polusi Udara, BPBD DKI-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.59
Jateng Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kekeringan di 14 Daerah
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.50
Kekeringan Melanda Sejumlah Daerah di Jawa Tengah, Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 17.15
BMKG: Hujan di Jakarta Kemarin Bukan karena Modifikasi Cuaca
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.07