Dulu Hasan Gipo, Kini Gus Gudfan: Saudagar-Santri untuk Abad Kedua NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejak pendirian Nahdlatul Ulama (NU), organisasi ini membutuhkan figur yang tidak hanya ulama tetapi juga penggerak administrasi dan ekonomi. Hasan Gipo, dari keluarga santri dan saudagar terpandang di Ampel, Surabaya, dipercaya sebagai Presiden Tanfidziyah Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (Ketua Umum PBNU saat itu). Ia menggunakan kekayaan dan jaringannya untuk mendukung perjuangan para kiai, termasuk KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, dengan memfasilitasi pertemuan keagamaan dan kebangsaan.
Hampir satu abad kemudian, NU menghadapi kebutuhan serupa dengan jutaan jamaah, ribuan pesantren, madrasah, perguruan tinggi, dan aset lainnya. Gus Gudfan Arif Ghofur, atau Gus Gudfan, mulai diperbincangkan menjelang Muktamar Ke-35 NU sebagai kandidat potensial Ketua Umum PBNU. Ia diharapkan mampu menyambungkan dan mengelola potensi organisasi menjadi kekuatan bersama, mirip peran Hasan Gipo di masa lalu.
Bagikan
Berita terkait
Susunan Lengkap Pengurus NU 2026-2031: Gus Gudfan jadi Sekjen Dampingi Gus Kikin
kumparan · 30 September 2026 pukul 21.23
Materi Muktamar ke-35 NU Tuntas, Prof Niam: Semoga Lahir Gagasan Besar dan Keputusan Strategis
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.48
PBNU Umumkan Daftar Pengurus Periode 2026-2031, Gudfan Arif jadi Sekjen
JawaPos · 30 September 2026 pukul 23.00
Mustasyar PBNU Baru: Gus Mus, JK, Ma'ruf Amin hingga Istri Gus Dur
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 22.00