Dulu Hasan Gipo, Kini Gus Gudfan: Saudagar-Santri untuk Abad Kedua NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejak pendirian Nahdlatul Ulama (NU), organisasi ini membutuhkan figur yang tidak hanya ulama tetapi juga penggerak administrasi dan ekonomi. Hasan Gipo, dari keluarga santri dan saudagar terpandang di Ampel, Surabaya, dipercaya sebagai Presiden Tanfidziyah Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (Ketua Umum PBNU saat itu). Ia menggunakan kekayaan dan jaringannya untuk mendukung perjuangan para kiai, termasuk KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, dengan memfasilitasi pertemuan keagamaan dan kebangsaan.
Hampir satu abad kemudian, NU menghadapi kebutuhan serupa dengan jutaan jamaah, ribuan pesantren, madrasah, perguruan tinggi, dan aset lainnya. Gus Gudfan Arif Ghofur, atau Gus Gudfan, mulai diperbincangkan menjelang Muktamar Ke-35 NU sebagai kandidat potensial Ketua Umum PBNU. Ia diharapkan mampu menyambungkan dan mengelola potensi organisasi menjadi kekuatan bersama, mirip peran Hasan Gipo di masa lalu.
Bagikan
Berita terkait
Meski Indonesia Mayoritas Muslim, Negara Katolik Ini jadi Negara Eropa Pertama yang Akui Kemerdekaan RI
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 15.10
Megawati Ungkap Alasan Sering Teriakan Merdeka: Masukan dari Para Pejuang
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.37
Megawati Ungkap Alasan Sering Teriakkan 'Merdeka': Masukan dari Para Pejuang
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.37
Megawati Kenang Sukarno: Kita Harus Berani Lihat Sejarah dengan Kejujuran
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.35