Ekonom Ungkap APBN Butuh Mesin Penerimaan Baru untuk Menjaga Subsidi BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Achmad Nur Hidayat dari UPN Veteran Jakarta menyoroti realisasi subsidi dan kompensasi energi dalam APBN KiTa Semester I Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp 233 triliun, meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah, naiknya harga minyak mentah Indonesia (ICP), serta keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM dan listrik agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Achmad menilai kebijakan menahan harga energi rasional dalam jangka pendek karena kenaikan harga BBM berdampak pada biaya transportasi, distribusi pangan, dan inflasi yang paling dirasakan rumah tangga berpendapatan rendah. Subsidi energi masih berfungsi sebagai bantalan sosial di tengah pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya kuat.
Namun, ia menegaskan persoalan utamanya bukan pada besarnya subsidi, melainkan pada ruang fiskal APBN yang makin sempit. Oleh karena itu, APBN membutuhkan sumber penerimaan baru untuk menjaga keberlanjutan subsidi energi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 19.32
Purbaya Sangkal Ajukan Diri jadi Gubernur BI: Saya di Sini Udah Syukur
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.52
Purbaya Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh ke 6% Tahun Ini
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 15.41
Purbaya, BI, OJK dan LPS Sepakat Kondisi Keuangan RI Terjaga Stabil
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 07.45
Resmi Turun! Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell-BP-VIVO per 3 Agustus
Berita terkait
Suahasil Nazara Hadapi Ujian Kredibilitas Fiskal
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.25
Suahasil Tegaskan Lanjutkan Kebijakan Purbaya usai Jadi Menkeu Baru
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.59
Ekonom: Penunjukan Suahasil Nazara Jamin Kesinambungan Fiskal APBN 2026-2027
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.55
Pasar Sambut Positif Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Ada Keberlanjutan Kebijakan Fiskal
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.47