Ekspor Kopi Sumsel Melonjak, Liberika Bersiap Tembus Pasar Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekspor kopi Sumatra Selatan mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, tercatat tiga kali ekspor dengan nilai Rp 1,5 miliar, namun pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 14 kali pengiriman senilai Rp 12,1 miliar. Hingga Juli 2026, ekspor kopi Sumsel mencapai 8,7 ton dengan nilai Rp 652 juta.
Peningkatan ini menjadi modal bagi Sumsel untuk memperluas pasar kopi ke negara tujuan baru, termasuk Rusia yang dianggap memiliki peluang besar. Peluang ekspor kopi Liberika Sumsel ke Rusia dibahas dalam Webseries Go Ekspor Badan Karantina Indonesia (Barantin) bertajuk "Kulas Tuntas: Kopi Liberika Sumsel Menembus Pasar Rusia".
Dalam kegiatan tersebut, Karantina Sumatera Selatan, Atase Perdagangan Indonesia di Moskow, pemerintah daerah, dan pelaku usaha bertemu untuk membahas kesiapan komoditas sebelum masuk pasar Rusia. Kepala Karantina Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari menjelaskan bahwa Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil kopi utama di Indonesia dengan kontribusi sekitar 27 persen terhadap produksi nasional. Komoditas ekspor harus memenuhi persyaratan sejak dari daerah asal agar aman, sehat, bermutu, dan dapat diterima oleh negara tujuan.
Bagikan
Berita terkait
Putin Perpanjang Insentif Anak Ketiga di Timur Jauh Rusia hingga 2030
VOI · 3 September 2026 pukul 23.15
Intelijen Denmark Sebut Rusia Sedang Mempersiapkan Serangan Sabotase
VOI · 3 September 2026 pukul 20.00
Momen Prabowo Dapat 8 Kali Tepuk Tangan saat Pidato di Vladivostok Rusia
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 19.43
Rusia dukung pemulihan hubungan secara penuh dengan Amerika Serikat
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 19.43