Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekuinoks 23 September 2026, Apa Itu dan Dampaknya Bagi Indonesia?

Ekuinoks September 2026 akan terjadi pada 23 September 2026 pukul 07.08 WIB, ketika Matahari melintasi garis khatulistiwa dalam perjalanan ke belahan Bumi selatan. Fenomena ini terjadi secara rutin setiap tahun dan tidak selalu pada tanggal yang sama, seperti pada 2025 terjadi pukul 01.20 WIB dan 2027 diperkirakan pukul 13.06 WIB. Menurut BMKG, ekuinoks menandai perubahan musim di berbagai belahan Bumi, yakni awal musim gugur di Bumi utara dan awal musim semi di Bumi selatan.

Pada saat ekuinoks, durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi menjadi hampir sama akibat kemiringan sumbu Bumi sekitar 23,5 derajat. Di Indonesia, fenomena ini dapat meningkatkan penyinaran Matahari, namun BMKG menegaskan ekuinoks tidak secara langsung menyebabkan kenaikan suhu ekstrem. Rata-rata suhu maksimum di Indonesia tetap berada pada kisaran 32-36 derajat Celsius.

BMKG menjelaskan bahwa faktor meteorologis lain seperti kelembaban, angin, dan tekanan udara juga memengaruhi kondisi cuaca. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan ekuinoks sebagai fenomena berbahaya. BMKG menekankan bahwa ekuinoks berbeda dengan gelombang panas yang ditandai peningkatan suhu ekstrem berkepanjangan. Walaupun demikian, warga disarankan tetap menjaga kesehatan dan siap menghadapi kondisi cuaca panas, terutama saat peralihan musim.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait