Erupsi Anak Krakatau Melandai, Warga Diminta Tetap Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau kembali melandai setelah erupsi besar terakhir tercatat pada 6 September 2026. Menurut Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Anak Krakatau, M Nugraha Kartadinata, aktivitas tremor masih terus tercatat hingga Senin (7/9/2026), menunjukkan adanya emisi abu vulkanik yang berkelanjutan. Pemantauan dari pukul 12.00 hingga 14.42 WIB mencatat tujuh gempa vulkanik dangkal, sembilan gempa vulkanik dalam, dan tujuh gempa hybrid, yang menandakan suplai magma masih terjadi namun dengan intensitas yang lebih rendah dibanding dua hari sebelumnya. Erupsi terakhir pada Minggu (6/9) pukul 20.23 WIB berlangsung dengan skala jauh lebih kecil dan tidak lagi mengeluarkan larva fountain seperti erupsi sebelumnya. Meski demikian, Nugraha menegaskan bahwa masyarakat tetap harus waspada karena aktivitas di bawah permukaan masih terus berlangsung. Warga diimbau untuk tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer, menggunakan masker karena abu vulkanik yang halus dan tajam, serta memantau perkembangan terbaru melalui kanal resmi yang disediakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 13.21
Abu Anak Krakatau Berdampak ke Kesehatan, Menkes Minta Warga Tetap di Rumah
Berita terkait
Daftar 31 Penerbangan di Bandara Halim Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.16
BMKG Perkirakan Hujan Turun 9-12 September di Banten hingga Jakarta
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.50
InJourney: 4 Bandara Termasuk Soetta Ditutup Sampai Pukul 23.59 WIB
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.45
2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Pemerintah Siapkan 5 Bandara Alternatif
JawaPos · 7 September 2026 pukul 19.30