Erupsi Anak Krakatau Serupa Lava Fountain, Warga Diimbau Jauhi Radius 3 Km
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi pada 5 September 2026, menghasilkan fenomena lava fountain atau lava air mancur dengan semburan merah menyala. Erupsi bertipe Strombolian menyertakan lontaran batu pijar dan abu vulkanik, dengan dentuman dan getaran dirasakan di Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Status GAK tetap pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Badan Geologi menyatakan tidak ada potensi keruntuhan skala tsunami, namun aliran lava dan lontaran batu pijar menjadi ancaman utama. Warga di radius 3 km dari pusat erupsi dianjurkan menjauhi area tersebut, sementara masyarakat pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang mengikuti instruksi BPBD.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.54
Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Satpol PP Antar Jemput Siswa
kumparan · 5 September 2026 pukul 07.24
Gunung Anak Krakatau Erupsi: Lontarkan Lava Pijar, Terdengar Dentuman
Berita terkait
Gunung Sinabung Berstatus Siaga, Warga Diimbau Mengungsi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 08.57
Gunung Anak Krakatau Erupsi Sejak Tengah Malam, Keluarkan Lava dan Dentuman
Detik.com · 5 September 2026 pukul 06.46
6 Gunung Api Erupsi Beruntun Akhir Agustus, PVMBG: Tak Ada Bukti Saling Picu
Detik.com · 3 September 2026 pukul 09.19
6 Gunung Api Erupsi Serentak Akhir Agustus, Ini Penjelasan PVMBG
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.43