Erupsi Gunung Lewotolok Picu Krisis Air Bersih, 19.998 Warga di 26 Desa Terdampak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah menyebabkan krisis air bersih bagi 19.998 warga di 26 desa pada Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Sumber air seperti air hujan dan sumur dangkal telah tercemar akibat abu vulkanik, sehingga kebutuhan air bersih mencapai 260 tangki dengan total kapasitas sekitar 1,3 juta liter belum terpenuhi. BPBD Kabupaten Lembata juga mengajukan kebutuhan 210.000 lembar masker dan 61.000 penutup kepala, namun anggaran terbatas menghambat distribusi bantuan tersebut. Presiden telah memerintahkan alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah signifikan untuk menanggapi situasi ini.
Paparan abu vulkanik paling parah terjadi di 11 desa di sektor barat laut Kecamatan Ile Ape, dengan arah angin dari timur-tenggara menuju barat laut membawa material letusan ke permukiman warga. Sembilan desa di Ile Ape Timur juga terdampak, meskipun intensitasnya lebih rendah. Masyarakat mengalami gejala seperti gatal di kulit dan mata akibat partisipasi langsung dengan abu vulkanik. Bandara Wunopito tetap ditutup sejak 1 September 2026, dan Wings Air membatalkan empat penerbangan akibat gangguan visibilitas akibat abu. Aktivitas vulkanik masih tinggi dengan 1.340 gempa hembusan tercatat, serta lontaran material pijar hingga 200 meter dari kawah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 14.41
Erupsi Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup Sementara
Berita terkait
Gunung Ile Lewotolok Catat 1.873 Gempa Letusan dalam Lima Hari, Erupsi Masih Berlanjut
VOI · 7 September 2026 pukul 00.13
Analisis Pakar soal Dentuman di Bandung Diduga dari Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 5 September 2026 pukul 19.22
Dampak Kemarau Ekstrem di Bali Meluas, 529 KK Terancam Krisis Air Bersih
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 17.02
Gunung Lewotobi NTT Erupsi, Badan Geologi Buka Suara
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.35