Fadli Zon Dorong Museum A.K. Gani Jadi Ruang Hidup Sejarah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau Museum A.K. Gani di Palembang yang baru selesai direvitalisasi. Ia mendorong agar museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda peninggalan, tetapi menjadi ruang hidup sejarah yang memungkinkan masyarakat, khususnya generasi muda, memahami perjuangan kemerdekaan Indonesia secara langsung. Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa perlu dihidupkan agar lebih mudah dipahami, bukan hanya dikenang melalui buku teks.
Museum yang berada di rumah peninggalan dr. Adnan Kapau Gani ini menyimpan berbagai koleksi yang mencerminkan peran luas sang dokter, pejuang, dan tokoh pergerakan. Koleksi meliputi peralatan kedokteran, alat peracik obat, mesin tik, radio, telepon, hingga perlengkapan yang digunakan saat menjadi gubernur militer di Bengkulu pada 1948-1950. Fadli Zon menekankan bahwa kekuatan museum terletkan pada benda-benda peninggalannya, tetapi juga pada kisah seorang tokoh yang memiliki kiprah luas dalam sejarah Indonesia.
A.K. Gani dikenal sebagai salah satu pendiri Universitas Sriwijaya dan pernah menduduki posisi sebagai menteri perhubungan serta terlibat dalam berbagai kabinet masa awal kemerdekaan. Ia juga dikenal sebagai poliglot yang menguasai sekitar tujuh bahasa dan pernah mengikuti misi perdagangan ke Kuba. Fadli Zon berharap museum ini menjadi ruang belajar yang mendalam agar masyarakat memahami bagaimana kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan keterbatasan.
Bagikan
Berita terkait
Rumah Gadang Aman Datuk Madjoindo Diusulkan Jadi Museum dan Perpustakaan
VOI · 8 September 2026 pukul 00.03
Fadli Zon: Peluncuran 5 Jilid Buku Sejarah Nasional Jamin Kebebasan Akademik dan Bebas Intervensi
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.29
Kementerian Kebudayaan Luncurkan Lima Jilid Sejarah Indonesia, Fadli Zon Buka Ruang Kritik
VOI · 1 September 2026 pukul 09.30
Gedung Eks Jiwasraya Diusulkan Jadi Museum, Fadli Zon Soroti Potensi Kota Lama Semarang
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 07.15