Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Fenomena Baru di Korea, Bayi Ramai-Ramai Punya Rekening Investasi

Fenomena orang tua membuka rekening investasi untuk bayi dan anak-anak semakin marak di Korea Selatan. Langkah ini dilakukan sejak usia dini dengan harapan anak memiliki modal untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Seorang perawat, Lee Hye-won, bersama pasangannya rutin menginvestasikan sekitar 300.000-400.000 won (Rp3,9-Rp5,2 juta) per bulan ke ETF Amerika Serikat yang mengikuti indeks S&P 500. Orang tua lain, Lee Jun-hyeok, membuka rekening investasi segera setelah anaknya lahir dan rutin berinvestasi pada sektor semikonduktor Korea serta saham AS terkait AI. Menurutnya, investasi ini memberikan 'hadiah waktu' berupa kekuatan bunga majemuk selama tahun-tahun pertumbuhan anak.

Mirae Asset Securities mencatat jumlah rekening sekuritas untuk anak di bawah satu tahun hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai sekitar 15.000 rekening hingga Juni 2026. Rekening untuk anak di bawah sembilan tahun melonjak hampir 60%, mencapai sekitar 185.000 rekenek. Tren ini didorong oleh faktor perpajakan: Korsel mengenakan pajak progresif hingga 45% atas keuntungan modal properti, sementara sebagian besar investor ritel tidak dikenakan pajak ketika menjual saham bursa domestik. Orang tua juga dapat memberikan hibah hingga 20 juta won (Rp360 juta) kepada anak di bawah umur tanpa pajak selama 10 tahun.

Profesor ekonomi DePaul University Jae-joon Woo menilai tren ini akan berlanjut karena investasi ekuitas dianggap cara andal membangun kekayaan jangka panjang. Tren ini juga mencerminkan pergeseran dari preferensi tradisional masyarakat Korea terhadap real estat. Namun, untuk keluarga berpenghasilan menengah, tujuan utama tetap membiayai pendidikan dan keamanan finansial anak, bukan sekadar menghindari pajak. Dukungan juga datang dari perusahaan sekuritas seperti KakaoPay Securities yang berencana memberikan saham senilai 100.000 won (Rp1,8 juta) kepada setiap bayi yang lahir tahun depan, serta kebijakan pemerintah sejak 2023 yang memungkinkan pembukaan rekening investasi anak secara jarak jauh melalui ponsel.

Berita terkait