Fenomena 'Cash Paradox' di India, 176 Miliar Uang Kertas Beredar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

India mengalami 'cash paradox', di mana jumlah uang tunai beredar terus meningkat meski pembayaran digital berkembang pesat. Reserve Bank of India (RBI) mencatat sekitar 176 miliar lembar uang kertas beredar, dengan pencetakan baru mencapai 28-30 miliar lembar per tahun. Sementara itu, sistem Unified Payments Interface (UPI) hampir mencapai 1 miliar transaksi harian.
Kenaikan ini terjadi karena uang tunai tidak hanya berfungsi sebagai alat bayar, tetapi juga penyimpan nilai dan cadangan darurat saat terjadi gangguan sistem digital. Faktor lain meliputi aktivitas ekonomi tidak tercatat, seperti transaksi properti di bawah harga pasar, serta kekhawatiran terhadap serangan siber. Fenomena serupa juga terlihat di Eropa, menunjukkan bahwa digitalisasi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat akan uang fisik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 14.42
Heboh! Habib Rizieq sebut AS dan Eropa Mau Boikot Indonesia Gegara QRIS, Minta Prabowo Jangan Tunduk!
Berita terkait
Presiden Filipina ke India, suarakan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 14.07
Pembayaran Digital Tembus 5,5 Miliar Transaksi, Penggunaan QRIS Naik 82,42 Persen
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 18.15
Mengenal Kartu Kredit Indonesia, Apa Kelebihannya?
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.30
Pemerintah Minta UMKM RI Belajar dari India
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.35