Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi? Ekonom Menyoroti Dinamika Simpanan Nasabah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri perbankan nasional mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid hingga pertengahan 2026. Data LPS menunjukkan total simpanan masyarakat di bank umum mencapai Rp10.231,72 triliun per akhir Juni 2026, naik 10,11% year-on-year dari Rp9.292,22 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan di seluruh segmen saldo, mulai dari simpanan ritel hingga korporasi.
Simpanan di bawah Rp100 juta naik 5,16% yoy menjadi Rp1.143,03 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 689,47 juta atau 98,93% dari total rekening DPK. Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, menyebut angka ini menyangkal fenomena "makan tabungan" di kalangan masyarakat. Namun, rata-rata saldo per rekening di kelompok tersebut justru turun dari Rp1,76 juta menjadi Rp1,69 juta, akibat ekspansi pesat jumlah rekening. Pergeseran serupa juga terjadi di segmen menengah.
Awalil menilai lonjakan jumlah rekening mencerminkan keberhasilan perluasan inklusi keuangan digital, antara lain melalui penyaluran bantuan sosial pemerintah, sistem pembayaran sekolah, dan integrasi layanan perbankan digital.
Bagikan
Berita terkait
OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.39
81 Tahun Indonesia Merdeka, Danantara dan BRI Jangkau Pelosok Negeri
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.14
BI Purwokerto terus perluas QRIS untuk perkuat ekonomi digital daerah
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 08.44
BPS-OJK Umumkan Indeks Literasi dan Keuangan Masyarakat Meningkat
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 15.14