Fenomena Sekolah Sepi Peminat, Faktor Demografi dan Lokasi Jadi Pemicu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena sekolah sepi peminat makin memprihatinkan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan beberapa sekolah negeri dan swasta hanya menerima satu hingga dua siswa baru. Di Bantul dan Gunungkidul, Dinas Pendidikan memetakan 10 SMP swasta dan 12 SD yang diperkirakan hanya menerima 0 hingga 5 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Bantul mengambil langkah penggabungan sekolah, seperti menggabungkan lima SD Negeri di Gunungkidul yang masing-masing hanya memiliki sekitar 20 siswa. Contoh penggabungan termasuk SDN Sambeng II ke SDN Sambeng I. Jika lokasi terlalu jauh, siswa dapat memilih sekolah lain yang lebih mudah dijangkau.
Pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Endro Dwi Hatmanto, menilai fenomena ini bukan semata-mata kegagalan mutu sekolah, melainkan dipengaruhi oleh faktor demografi dan lokasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 22.14
TOA Indonesia dan FMIPA UI Wujudkan Sekolah Siaga Bencana di SDN Pasauran 1 Banten
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 17.46
Lowongan Kerja Kinderfield Highfield, Dicari yang Berpengalaman
Berita terkait
6 Rekomendasi Tablet Harga Rp3 Jutaan untuk Sekolah
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.30
Wujudkan Sekolah Nyaman dan Inklusif lewat Pembangunan Fasilitas SDN 3 Bojongmenteng
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 23.13
Mendikdasmen Buka Suara Soal Temuan 995 Senpi di Sekolah Jaksel
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 19.03
Sambut Kehadiran SDH Depok, Wakil Wali Kota: Majukan Pendidikan Daerah
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 22.10