Fermentasi Cuka Salak, Inovasi Baru Angkat Potensi Petani Salak di Bojonegoro
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim pengabdian masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengembangkan inovasi fermentasi cuka salak sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil panen petani salak di Desa Wedi, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini dilaksanakan selama Juli hingga Agustus 2026 dengan dukungan dana hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) 2026. Tim yang dipimpin oleh Viera Nu'riza Pratiwi melibatkan kolaborasi antara Program Studi S1 Gizi dan S1 Manajemen Unusa. Mitra utama kegiatan ini adalah petani salak lokal, termasuk para istri petani yang juga berperan sebagai penggerak UMKM di wilayah tersebut. Sebelum pelaksanaan kegiatan inovasi, tim melakukan analisis situasi melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan petani dan penggerak UMKM untuk memetakan potensi, kebutuhan, serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan hasil panen salak. Pendekatan berbasis partisipasi ini bertujuan memastikan solusi yang dikembangkan relevan dan berkelanjutan bagi komunitas petani lokal. Dengan pemberdayaan ini, diharapkan nilai ekonomi dari salak dapat ditingkatkan melalui penciptaan produk olahan bernilai tambah seperti cuka salak.
Bagikan
Berita terkait
UNSERA Latih Guru SMK Muhammadiyah Tirtayasa Gunakan 3D Printing untuk Manufaktur Digital
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 13.15
Dosen Fakultas Pertanian Unwaha Dampingi Kelompok Ternak Budi Luhur Wonosalam Produksi Biobriket
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.17
Siswa SMAN 1 Sleman Dapat Paparan Praktikum Aplikatif Kimia
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Siswa Bojonegoro Jadi Duta SMA Nasional 2026 di Tengah Perjuangan OSN
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.02