Filipina Optimis Kerja Sama Ekonomi dengan China Meski Sengketa LCS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan optimisme terhadap kerja sama ekonomi dengan China, terutama dalam eksplorasi energi, meskipun masih ada sengketa di Laut Cina Selatan (LCS). Marcos Jr. menekankan bahwa China tetap menjadi investor terbesar di Filipina dan menyebut contoh kerja sama pasokan energi selama konflik di Asia Barat tahun 2026. Filpina membutuhkan pasokan energi aman serta memiliki cadangan gas lepas pantai seperti Reed Bank di ZEE-nya. Pembicaraan eksplorasi bersama di Reed Bank sering gagal akibat perbedaan hak kedaulatan, namun Marcos Jr. merasa diskusi telah maju dan semua pihak ingin keberhasilan. Sementara itu, Manila kembali menyatakan dukungan terhadap Putusan Arbitrase 2016 dalam pidato kenegaraan pada 27 Juli 2026, meskipun tidak menyebut China secara langsung.
Bagikan
Berita terkait
Tegang! Kapal China Tabrak Kapal Filipina di Laut China Selatan
Detik.com · 18 September 2026 pukul 13.53
Dulu Jual Lem dan Selotip, Pria Ini Jadi Miliarder Usai Saham Perusahaan Melonjak 719%
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 18.00
China dan Amerika Ternyata Sama Saja, Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.55
China Makin Tak Terkalahkan, Jaringan Kereta Cepat Tembus 50.000 Km
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.40