Filipina Optimis Kerja Sama Ekonomi dengan China Meski Sengketa LCS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan optimisme terhadap kerja sama ekonomi dengan China, terutama dalam eksplorasi energi, meskipun masih ada sengketa di Laut Cina Selatan (LCS). Marcos Jr. menekankan bahwa China tetap menjadi investor terbesar di Filipina dan menyebut contoh kerja sama pasokan energi selama konflik di Asia Barat tahun 2026. Filpina membutuhkan pasokan energi aman serta memiliki cadangan gas lepas pantai seperti Reed Bank di ZEE-nya. Pembicaraan eksplorasi bersama di Reed Bank sering gagal akibat perbedaan hak kedaulatan, namun Marcos Jr. merasa diskusi telah maju dan semua pihak ingin keberhasilan. Sementara itu, Manila kembali menyatakan dukungan terhadap Putusan Arbitrase 2016 dalam pidato kenegaraan pada 27 Juli 2026, meskipun tidak menyebut China secara langsung.
Bagikan
Berita terkait
AS Bongkar Skandal Raksasa, Lebih dari 40 Negara Bantu China Akali Tarif Trump
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 15.01
Xi Jinping Klaim China Butuh Semangat Juang Pantang Menyerah
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 14.58
Siklon Tropis Luis dan Maymay Terjang Filipina, 5 Juta Warga Terdampak
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.19
Cetak Rekor, Kereta Maglev China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik!
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.40