Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

FOKSI 2.0 Didorong Jadi Pilar Edukasi Konservasi di Indonesia

Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) akan ditransformasi menjadi FOKSI 2.0 sebagai pilar edukasi konservasi di Indonesia. Pendiri FOKSI, Tony Sumampau, menekankan bahwa pelestarian satwa liar harus berakar pada perlindungan hutan dan habitatnya. FOKSI didirikan pada 5 Februari 1998 oleh jurnalis dan sejak awal melibatkan akademisi, peneliti, dan pencinta lingkungan. Salah satu program ikoniknya, Orientasi Wartawan Konservasi (OWAKA), baru saja dihidupkan kembali setelah lebih dari 10 tahun tidak diselenggarakan akibat antara lain pandemi COVID-19. OWAKA bertujuan mendidik jurnalis muda agar dapat memberitakan isu konservasi secara lebih tepat dan mendalam.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia (TSI), Aswin Sumampau, mendukung penuh transformasi FOKSI 2.0. Ia menilai pendekatan konservasi dulu sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini, sekaligus regulasi yang ada semakin kompleks dan ketinggalan zaman. Oleh karena itu, ia mendorong agar FOKSI lebih fokus pada edukasi konservasi mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta memproduksi artikel edukatif positif untuk masyarakat luas. TSI siap mendukung proses ini melalui narasumber, jaringan, keahlian hukum, dan sumber daya lainnya.

FOKSI 2.0 diharapkan menjadi lembaga yang independen, kuat, dan mandiri, sekaligus menjadi corong komunikasi mengenai isu konservasi di Indonesia. Visi ini juga mencakup dukungan terhadap pembuatan kebijakan pemerintah yang pro-konservasi, bukan hanya fokus pada aspek ekonomi. OWAKA 2026 akan menjadi momentum penting untuk menilai arah dan strategi baru FOKSI dalam menghadapi tantangan konservasi masa kini.

Berita terkait