Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

FOTO: Dikepung Asap Karhutla, Ribuan Siswa Belajar dari Rumah

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membatasi aktivitas belajar di sejumlah wilayah Indonesia. Akibat kondisi visibilitas udara yang buruk, ribuan siswa tidak dapat menghadiri sekolah secara langsung dan diharuskan belajar dari rumah. Pemerintah daerah belum mengumumkan kebijakan penutupan sekolah secara resmi, namun dampaknya terasa langsung pada kegiatan belajar siswa. Kasus ini menunjukkan betapa rentannya sistem pendidikan terhadap bencana alam yang semakin sering terjadi. Pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan darurat yang jelas untuk situasi serupa di masa mendatang. Kabut asap juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat secara lebih luas. Pemerintah daerah di wilayah terdampak diminta memantau kondisi secara real-time dan siap memberlakukan protokol kesehatan yang sesuai. Kementerian Pendidikan belum memberikan arahan resmi terkait pelaksanaan belajar jarak jauh secara nasional. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan guru dan orang tua siswa. Beberapa sekolah telah memilih untuk menggunakan platform daring secara sukarela untuk tetap mendukung proses belajar siswa. Namun akses internet yang tidak merata di daerah pedesaan menjadi kendala utama. Pemerintah perlu memastikan infrastruktur digital yang cukup sebelum kebijakan ini diterapkan secara luas. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga diminta untuk membantu meningkatkan konektivitas internet di wilayah terdampang. Selain itu, penting untuk memberikan pelatihan kepada guru agar dapat menggunakan teknologi dengan efektif. Dengan demikian, proses belajar tidak akan terganggu meskipun kondisi lapangan yang tidak mendukung. Pemerintah juga diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencegah kejadian kebakaran hutan yang berulang. Upaya ini termasuk pencegahan pembukaan lahan baru dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran. Dengan langkah proaktif, diharapkan dampak negatif dari Karhutla dapat diminimalkan di masa depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait