Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

FPG MPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila-Karakter di Era Digital

Dalam Diskusi Publik FPG MPR RI bertajuk 'Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional' di Hotel Santika Premiere, Tangsel, Sekretaris FPG MPR RI Ferdiansyah menekankan perlunya penguatan pendidikan Pancasila di era digital. Ferdiansyah menyoroti adanya jurang antara pengajaran nilai Pancasila dan fakta di lapangan, seperti tingginya angka perceraian di kalangan pendidik yang mencerminkan belum terintegrasinya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyoroti pentingnya keteladanan nyata agar Pancasila tidak hanya berhenti di ruang kelas. Para narasumber lain seperti Prof Dr Nadiroh dari PPKn UNJ menegaskan bahwa Pancasila harus tetap menjadi pilar utama dalam sistem pendidikan nasional dan tidak boleh dikesampingkan. Yudi Latif mengingatkan pentingnya menata ulang filosofi dan praktik pendidikan nasional berlandaskan Pancasila guna merespons disrupsi AI dan otomatisasi. Sementara itu, Muhammad Ibrahim Rantau dari FISIP UNIS menilai tantangan terbesar pendidikan karakter bangsa di perguruan tinggi bersumber dari sistem pendidikan yang kian pragmatis dan komersialisasi. Dr Ngatawi Al-Zastrow (Gus Zastro) mengutip riset McKinsey Global Institute yang memprediksi 52% jenis pekerjaan akan hilang pada 2030, namun menekankan bahwa soft skill seperti empati, kepemimpinan, dan integritas semakin penting. Indra Charismiadji menegaskan bahwa penguatan Pendidikan Pancasila tidak akan berhasil jika sistem pendidikan nasional masih mengadopsi pola-pola era kolonial. Seluruh masukan ini akan dirangkum oleh FPG MPR RI menjadi panduan kajian untuk mengawal perjalanan Pendidikan Pancasila dan pelaksanaan UUD NRI 1945.

Berita terkait