Gajah Jovi Mediator Konflik Dengan Manusia di PLG Minas Mati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gajah jantan bernama Jovi, berusia sekitar 46 tahun, mati pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari. Jovi dikenal sebagai mediator konflik antara gajah dan manusia di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan Jovi mati akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas yang berkembang hingga menyebabkan myopathy, yaitu gangguan berat pada jaringan otot.
Gejala penyakit mulai terlihat pada 1 Juli 2026, berupa kelemahan fisik, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, serta kesulitan berdiri. Tim dokter hewan langsung melakukan penanganan intensif sesuai standar operasional. Selama perawatan, Jovi menerima terapi cairan infus 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, dan terapi suportif lainnya. Pemeriksaan laboratorium darah dilakukan berkala untuk memantau kondisinya. Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, menyebut kondisi Jovi sempat menunjukkan perbaikan sebelum akhirnya mati.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Harimau Sumatra, BBKSDA Riau Cek Jejak Tapir di Kampung Langkai Siak
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.00
BKSDA Riau Apresiasi Kapolda Hadirkan Breeding Area: Langkah Nyata Konservasi Gajah
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.28
Kapolda Riau: Breeding Area Gajah di PLG Minas Investasi Ekologis
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.38
Tangani Konflik Beruang Madu di Riau, Kemenhut Prioritaskan Keselamatan Warga
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.23