Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Disusul 3 "Ledakan", Saksi Mata Lihat Tsunami Datang Sapu Pantai

Pada 19 Agustus 1977, gempa bumi kuat melanda Nusa Tenggara Timur, diikuti tiga kali ledakan yang terdengar seperti bom atau sonic boom oleh warga. Gempa utama, yang diperkirakan berada di antara M7,7 hingga M8,3, terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat dengan episentrum di 118,6° BT dan 11,8° LS, serta kedalaman 33 kilometer. Beberapa saat setelah gempa, air laut surged kembali dan menerjang pesisir dengan gelombang tsunami yang mencapai lebih dari 10 meter di Sumbawa, bahkan hingga 15 meter di wilayah terpencil. Empat saksi mata dilaporkan terkena langsung oleh tsunami, dengan sebagian berhasil mencari tempat tinggi atau bertahan di pohon.

Tsunami ini menyebabkan kerusakan parah di Sumbawa dan Lombok, dengan lebih dari 180 orang tewas dan sekitar 3.900 orang kehilangan tempat tinggal. Dampaknya meluas hingga Australia, di mana ketinggian tsunami mencapai 2 meter di Dampier, 2-4 meter di Port Sampson, dan 6 meter di Cape Leveque. Laporan dari International Tsunami Information Center dan Institut Meteorologi dan Geofisika memberikan data ini, meskipun ada perbedaan dalam estimasi magnitudo gempa.

Kejadian ini tidak sendirian. Pada 1992, Flores di Nusa Tenggara Timur juga dilanda gempa M7,5 dan tsunami dengan ketinggian 20 meter. Wilayah ini secara berulang kali mengalami gempa dan tsunami, menunjukkan pola seismik yang signifikan di area tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait