Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Alasan Indonesia Timur Rawan Bencana Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pagi akibat aktivitas sesar naik Busur Utara Flores. Peristiwa ini sempat memicu peringatan dini tsunami dan mengingatkan pada gempa serupa tahun 1992 dengan magnitudo 7,5.
Kondisi geologi Indonesia Timur sangat rawan karena menjadi titik interaksi tiga lempeng besar: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Pergerakan lempeng yang terus-menerus, seperti Lempeng Indo-Australia ke utara (7 cm/tahun) dan Lempeng Pasifik ke barat (10 cm/tahun), menyebabkan deformasi kerak bumi dan aktivitas seismik tinggi setara dengan Jepang dan Chili. Sejarah mencatat bencana besar di wilayah ini, termasuk gempa Flores 1992 yang menelan 2.500 korban jiwa dan tsunami Banda 1629.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.31
995 Gempa Susulan Guncang NTT, Tak Semua Dirasakan Warga
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 12.42
Istana Sampaikan Duka Gempa 7,7 Magnitudo NTT, Koordinasi Menko PMK-BMKG
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.12
Pemerintah Upayakan Penanganan Maksimal Gempa NTT M7,7
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.26
BMKG: 1624 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7 Flores NTT
Berita terkait
BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan Terjadi di NTT
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 08.10
Gempa Kembali Guncang NTT, Magnitudo 5 di Manggarai
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.04
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 17 Agustus 2026: Cerah Berawan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 05.55
BNPB: 53 Orang Meninggal Dunia, 135 Luka-Luka Akibat Gempa NTT
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.47