Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa NTT 7,7 M: Bantuan Mengalir, Rumah Sakit Lapangan Disiapkan

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026, menewaskan 53 orang dan melukai 135 orang menurut data BNPB per 16 Agustus malam. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan respons cepat: 27 ton logistik tahap pertama dan 50.000 paket sembako dikirim, sementara 3.500 personel TNI-Polri dikerahkan ke Manggarai, Maumere, dan Flores. Kementerian Sosial menggerakkan 48 ton beras dan bantuan logistik bernilai Rp 4,5 triliun dari berbagai gudang. Akses darat terputus memaksa pengiriman bantuan via udara menggunakan pesawat TNI, Polri, dan helikopter untuk menjangkau daerah terisolir seperti Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Sektor kesehatan menghadapi tantangan besar: enam puskesmas rusak berat, puluhan rusak sedang, dan ratusan rusak ringan. BNPB akan membangun dua rumah sakit lapangan di Manggarai dan Kecamatan Reo. Prioritas penanganan medis diberikan pada ibu hamil, korban patah tulang, dan pasien cuci darah. Health Emergency Operation Center (HEOC) dibentuk di tingkat pusat hingga kabupaten untuk pemantauan korban dan kerusakan fasilitas dua kali sehari. Menteri PUPR Dody Hanggodo mengkoordinasikan perbaikan jalan dan jembatan prioritas untuk memulihkan konektivitas dan distribusi bantuan.

Gempa susulan tercatat 995 kali dengan yang signifikan terakhir magnitudo 6,2. Dampak terasa di enam kabupaten: Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo. Pemerintah terus berupaya menembus Pulau Palu (Sikka) untuk evakuasi tambahan. Pertamina memulihkan pasokan BBM dan LPG bertahap; 32 dari 52 SPBU di Flores sudah beroperasi kembali per 15 Agustus.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait