Gempa Terkuat Dunia di RI: Bangunan Hancur Dalam 41 Detik, 1.117 Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa intraslab berkekuatan Mw7,4 mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026, menyebabkan 250 tewas dan ribuan bangunan hancur. Gempa ini disebabkan oleh deformasi internal pada Lempeng Nazca yang menunjam di bawah Lempeng Amerika Selatan. Proses serupa pernah terjadi di Indonesia, yakni Gempa Padang-Pariaman 2009 dengan kekuatan Mw7,6. Gempa tersebut menyebabkan 1.117 tewas dan 2.180 luka. Episentrum berada 50 km barat laut Padang, hiposenter 71 km. Dalam 41 detik, sebagian besar Sumatra Barat merasakan guncangan hebat. Bangunan tidak tahan luntur ambruk cepat. Korban seperti Anuar kehilangan anaknya Adit yang kakinya terluluh lantak harus diamputasi. Faktor memperparah termasuk slab pull, tekanan tekhonik, dan kondisi tanah lunak di Kota Padang yang memperkuat gempa. Gempa juga memicu tanah longsor di Pariaman. Sehari berselang, gempa M6,6 terjadi di Sungai Penuh dengan sumber tektonik berbeda. Kombinasi kekuatan, karakteristik gelombang, dan kerentanan bangunan memperbesar dampak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 07.00
Korban Tewas Gempa Kolombia Bertambah Menjadi 273 Jiwa
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 08.48
Korban tewas gempa Kolombia naik jadi 265 orang
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.25
Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,4 Kolombia Jadi 265 Orang
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 10.07
Gempa Bumi di Kolombia Menewaskan 132 Orang, Ratusan Orang Terluka
Berita terkait
Gempa M 5,8 Guncang Filipina, Warga Panik-Gedung Goyang
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.50
Update Gempa NTT: 4.541 Rumah Terdampak
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.52
Pertamina Kirim Bantuan buat Korban Gempa di Maumere
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.29
Basarnas: Manggarai Timur Terdampak Parah, 55 Tewas
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.20