Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gizi Saja tidak Cukup untuk Kualitas Pendidikan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah menargetkan renovasi seluruh sekolah di Indonesia, termasuk pesantren, selesai pada 2029 untuk mendukung kualitas sumber daya manusia nasional. Dalam pidatnya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Prabowo menyatakan bahwa pemberian makanan bergizi saja tidak cukup; anak-anak Indonesia juga perlu memperoleh pendidikan yang baik. Pemerintah telah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah pada 2025, dan target akan ditingkatkan menjadi 100.000 sekolah per tahun pada 2027-2028. Perbaikan infrastruktur juga mencakup wilayah terluar seperti Pulau Miangas, dengan pembentukan satuan tugas khusus untuk memastikan pemerataan layanan dari Sabang hingga Merauke.

Strategi pemerintah juga menekankan digitalisasi pendidikan. Pada Desember 2026, setiap sekolah diharapkan memiliki empat ruang kelas dilengkapi layar pintar interaktif (interactive flat panel) untuk akses kurikulum global dan pembelajaran mandiri siswa. Selain itu, pemerintah membangun studio terpusat yang melibatkan guru-guru terbaik untuk menyiarkan pembelajaran jarak jauh ke ribuan sekolah. Di sisi kurikulum, Prabowo mendorong pengajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD, termasuk Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia, untuk meningkatkan daya saing generasi muda di pasar kerja global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Untuk memperkuat literasi nasional, pemerintah juga mengirimkan 5,5 juta buku bacaan ke 18.444 sekolah dasar dan 6.165 sekolah menengah pertama. Sementara itu, seorang sosiolog Universitas Nasional, Nia Elvina, menyampaikan bahwa selama relasi dalam dunia pendidikan masih didominasi kepentingan ekonomi dan kelas, kerentanan terhadap kekerasan akan terus ada. Contoh nyata kesuksesan melampaui keterbatasan ekonomi ditunjukkan oleh Alokh Abhimanyu, seorang anak PMI di Malaysia yang berhasil menjadi pemimpin upacara Hardiknas di Senayan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait