Gubernur Jambi: 80 Persen Karhutla Diduga Sengaja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan bahwa 80 persen dari kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di provinsinya diduga disebabkan secara sengaja oleh oknum tidak bertanggung jawab, sementara 20 persen sisanya disebabkan oleh faktor alami seperti cuaca panas ekstrem. Berdasarkan laporan penegakan hukum (Gakkum), pihak kepolisian telah menindaklanjuti 75 perkara terkait karhutla. Sejak 1 Januari hingga 13 September 2026, total luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 2.975,97 hektare, dengan 134 titik panas terdeteksi dan empat titik api utama menjadi prioritas pemadaman. Untuk mengatasi kebakaran, Satgas Karhutla menggunakan empat unit helikopter water bombing dan melaksanakan 41 sortie penaburan garam melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing hujan buatan. Pemerintah juga menerima dana sebesar Rp30 miliar khusus untuk penanganan karhutla dan perlindungan kawasan hutan lindung. Pekatnya kabut asap menyebabkan lima penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami keterlambatan dengan jarak pandang turun hingga 1.100 meter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 18.01
Gubernur Jambi Sebut 80 Persen Karhutla Diduga Disengaja
CNN Indonesia · 13 September 2026 pukul 21.10
Titip Api Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Disebut Turun Jadi 121
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 14.23
Ngeri! Pantau Asap Karhutla RI dari Singapura, Anies Baswedan: Warga Kita Dibunuh Pelan-Pelan
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 08.55
Karhutla Menghanguskan 50 Hektare Lahan Gambut & Kebun Warga di Poso
Berita terkait
Karhutla Jambi Capai 12,6 Ribu Hektare, Potensi Konflik Lahan Disorot
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.10
FOTO: Karhutla di Tahura Jambi Meluas hingga 30 Hektare
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.35
BMKG Wanti-wanti September Masih Fase Kritis Karhutla
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 14.25
BNPB Temukan Unsur Sengaja dalam Karhutla, Pelaku di Jambi Dibayar Rp500 Ribu
VOI · 7 September 2026 pukul 18.15