Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Guru Besar Unand Sebut Korupsi Biang Kerok Anjloknya Produktivitas Nasional

Guru Besar Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Syafruddin Karimi, menyatakan bahwa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi penyebab utama rendahnya produktivitas nasional di Indonesia. Dalam Konferensi Republik bertajuk "Menatah Republik Konstitusional Sebenarnya" di Padang, ia menyoroti penyebaran KKN dari pimpinan tertinggi hingga setiap titik transaksi, termasuk proyek besar dan pengurusan izin usaha kecil. Akibatnya, normalisasi KKN di masyarakat semakin merebak, sekaligus menurunkan produktivitas dan menyebabkan nilai tukar rupiah rapuh. Ekonom Wijayanto Samirin mengkritik adanya kesenjangan antara data pemerintah dan realita rakyat, yang disebabkan oleh standar statistik longgar, agenda ekonomi yang dipengaruhi politik, dan lemahnya eksekusi program. Menteri Perekonomian Kabinet Bayangan Media Wahyudi Askar menambahkan bahwa keputusan ekonomi saat ini kurang didasarkan pada analisis ilmiah, meskipun lembaga seperti Bappenas dan Kemenkeu sudah diisi oleh orang kompeten. Prof. Zainal Arifin Mochtar menyoroti penyempitnya ruang publik digital dan fisik, sehingga warga sulit menuntut akuntabilitas dari pemerintah yang semakin otoriter. Kepala LAB45 Jaleswari Pramodhawardani mengungkapkan bahwa ekonomi ekstraktif dan militerisme sedang berjalan berdampingan, dengan korban utama adalah rakyat. Konferensi ini kemudian merumulkan lima seruan: penegakan seleksi kepemimpinan berbasis etika, pemulihan kapasitas ekonomi negara, pembatasan militerisme, penghapusan transaksionalisme negatif, dan pemberdayaan masyarakat sipil sebagai pilar utama.

Berita terkait