Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Gus Ipul Bantah Ada “Paket Istana” di Balik Muktamar ke-35 NU

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membantah isu adanya 'paket Istana' di balik terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai rais am dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Gus Ipul menegaskan tidak ada intervensi pihak luar dalam proses pemilihan, yang dilakukan melalui mekanisme dan tata tertib organisasi secara transparan. Menurutnya, nama-nama dalam bursa kepemimpinan berasal dari usulan cabang dan wilayah, bukan ditentukan dari luar organisasi. Proses ini melibatkan rapat harian syuriah dan dinamika persaingan sehat di antaranya.

Isu 'paket Istana' muncul seiring spekulasi bahwa pemerintah memiliki preferensi tertentu terhadap calon pemimpin PBNU. Namun, tudingan ini dibantah oleh pihak penyelenggara muktamar dan pemerintah. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan keputusan mengenai kepemimpinan NU menjadi kewenangan peserta muktamar, khususnya melalui mekanisme AHWA yang melibatkan sembilan ulama.

Dengan demikian, Gus Ipul memastikan pergantian kepemimpinan PBNU merupakan hasil mekanisme internal organisasi, tanpa adanya skenario atau paket dari Istana. Seluruh keputusan, termasuk terpilihnya Miftachul Akhyar dan Gus Kikin, disampaikan sebagai bagian dari dinamika dan proses organisasi NU yang terbuka.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait