Gus Ipul Bantah Ada “Paket Istana” di Balik Muktamar ke-35 NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membantah isu adanya 'paket Istana' di balik terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai rais am dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Gus Ipul menegaskan tidak ada intervensi pihak luar dalam proses pemilihan, yang dilakukan melalui mekanisme dan tata tertib organisasi secara transparan. Menurutnya, nama-nama dalam bursa kepemimpinan berasal dari usulan cabang dan wilayah, bukan ditentukan dari luar organisasi. Proses ini melibatkan rapat harian syuriah dan dinamika persaingan sehat di antaranya.
Isu 'paket Istana' muncul seiring spekulasi bahwa pemerintah memiliki preferensi tertentu terhadap calon pemimpin PBNU. Namun, tudingan ini dibantah oleh pihak penyelenggara muktamar dan pemerintah. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan keputusan mengenai kepemimpinan NU menjadi kewenangan peserta muktamar, khususnya melalui mekanisme AHWA yang melibatkan sembilan ulama.
Dengan demikian, Gus Ipul memastikan pergantian kepemimpinan PBNU merupakan hasil mekanisme internal organisasi, tanpa adanya skenario atau paket dari Istana. Seluruh keputusan, termasuk terpilihnya Miftachul Akhyar dan Gus Kikin, disampaikan sebagai bagian dari dinamika dan proses organisasi NU yang terbuka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.39
Gus Ipul Balik Kritik Cak Imin soal Klaim PBNU Gagal: 'Dari Versinya Sendiri'
JawaPos · 2 September 2026 pukul 18.00
Gus Ipul Layangkan Kritik Pedas usai Cak Imin Sebut NU Terpuruk di Tangan Alumni HMI
Berita terkait
Gus Ipul Sebut 90 Persen Peserta Puas, Muktamar NU Juga Libatkan Lebih dari 1.000 Stan UMKM
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 17.45
Usai Perebutan Ketum PBNU, Gus Ipul Soroti Tokoh yang Tak Terpilih Tetap Hadir
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 16.15
Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 85 Persen, Prabowo Diminta Buka Acara
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 10.15
Waka DPR Cucun Harap Kepemimpinan Baru PBNU Jadi Perekat dan Sejukkan Umat
kumparan · 2 September 2026 pukul 02.42