Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gus Ipul Tinjau Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik

Lebih dari 1.000 personel Taruna Bhakti Nusantara dari TNI dan Polri mulai bertugas di Sekolah Rakyat di berbagai daerah Indonesia. Mereka mendampingi kehidupan berasrama siswa melalui pembinaan disiplin, kepemimpinan, dan kegiatan ekstrakurikuler dalam masa pengenalan lingkungan siswa (MPLS). Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau program tersebut di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Senin (3/8). Ia menegaskan pembinaan tidak berorientasi pada pelatihan militer, melainkan pembentukan kebiasaan hidup tertib dan mandiri, seperti kepramukaan, baris-berbaris, merapikan tempat tidur, dan merawat barang pribadi.

Siswa Sekolah Rakyat direkrut dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan seleksi akademik. Sebagian pernah putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal. SRT 1 Gresik berdiri di lahan 6,5 hektare dengan kapasitas 405 siswa (90 SD, 90 SMP, 225 SMA). Secara nasional, jumlah siswa kini lebih dari 43 ribu orang (28 ribu lebih siswa baru dan 15 ribu lebih siswa lama), diperkirakan melampaui 45 ribu tahun ini, dan lebih dari 100 ribu tahun depan jika pembangunan gedung selesai. Presiden Prabowo menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki gedung Sekolah Rakyat berkapasitas 1.500-2.000 siswa.

Salah satu siswa, Arka Nanta Juanito Bolu, putra nelayan, mengaku menjadi lebih disiplin setelah tinggal di asrama dan dipercaya memimpin apel kudapan siang di hadapan ratusan siswa, Gus Ipul, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad. Ia juga merasakan toleransi kuat di sekolah, termasuk pendampingan siswa nonmuslim untuk beribadah ke gereja.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait