Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gus Lilur: Jangan Bawa-bawa Nama Prabowo untuk Memenangkan Kandidat di Muktamar NU

Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama dari Situbondo, meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan namanya tidak digunakan pihak tertentu untuk memengaruhi pemilihan kepemimpinan PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur. Ia menilai penting agar tidak ada pejabat atau pihak yang mengatasnamakan Presiden, menggunakan fasilitas kekuasaan, atau memanfaatkan kedekatan dengan pemerintah untuk kepentingan politik dalam proses Muktamar.

Gus Lilur menyebut adanya informasi tentang gerakan yang melibatkan sejumlah menteri, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf, untuk mendukung KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam. Ia menegaskan bahwa ini bukan kehendak Presiden dan meminta klarifikasi agar tidak timbul persepsi intervensi pemerintah. Ia juga mempertanyakan transparansi dana dan penggunaan fasilitas negara dalam konsolidasi politik menjelang Muktamar.

Menurut Gus Lilur, independensi Muktamar penting untuk menjaga marwah NU. Ia menekankan bahwa semua kandidat harus memiliki hak yang sama berkompetisi tanpa pengaruh kekuasaan, dan mendesak agar NU tetap merdeka dan terbebas dari intervensi politik.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait