Hadapi Ancaman Bencana, Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Sistem Pembelajaran Adaptif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya pembangunan sistem pembelajaran adaptif untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah rawan bencana. Hal ini disampaikan dalam konteks berulangnya bencana alam seperti kebakaran hutan di Kalimantan dan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, pendidikan harus responsif terhadap ancaman bencana, bukan hanya reaksi sesaat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan protokol pembelajaran darurat di wilayah terdampak. Lestari juga menyampaikan bahwa berdasarkan Peta Risiko Bencana BNPB 2023, lebih dari 70.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK berada di wilayah dengan risiko bencana sedang hingga tinggi. Tantangan terkini adalah memastikan pelaksanaan pembelajaran darurat tetap memungkinkan proses belajar mengajar berjalan dan hak anak tidak terancam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 20.19
Update Penanggulangan Gempa Bumi NTT, Jumlah Korban Meninggal Dunia jadi 100 Orang
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 17.25
Update Korban Gempa NTT: 100 Orang Meninggal Dunia, 1.603 Luka-luka, dan 180.327 Masih Mengungsi
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.40
Total Bantuan 1624,32 Ton Sudah Terdistribusi ke Korban Gempa NTT
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.40
Total Bantuan 1.624,32 Ton Sudah Terdistribusi ke Korban Gempa NTT
Berita terkait
Gempa Susulan Masih Terus Terjadi di NTT, Warga Banyak yang Takut
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Update Korban Gempa M 7 NTT: 100 Orang Meninggal Dunia, 1.603 Luka-luka
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.09
Lansia yang Tertimpa Reruntuhan di Pulau Palue Sudah Dievakuasi ke RSUD Maumere
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 09.16
BNPB: Gempa Susulan di NTT Capai 5.688 Kali, Terbesar 6,2 Magnitudo
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 20.42