Hadapi Gempuran Mobil China, Honda Belajar dari Masalah Toyota
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Honda memperketat sistem pengendalian mutu untuk mencegah masalah pada mesin, komponen, dan perangkat lunak akibat semakin kompleksnya kendaraan modern. Langkah ini dilakukan agar bisa bersaing dengan produsen asal Tiongkok dan India tanpa mengorbankan keandalan produk. Menurut laporan The Drive, langkah ini disampaikan oleh Noriya Kaihara, Wakil Presiden Eksekutif Honda Motor, dan Eiji Fujimura, CEO American Honda.
Fujimura mengakui dominasi Tiongkok dalam beberapa bidang teknologi otomotif. Untuk mengejar kompetensi tersebut, Honda menempatkan tim di Tiongkok untuk mempelajari teknologi dan metode manufaktur lokal. Perubahan teknologi, terutama terkait perangkat lunak dan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS), berkembang sangat cepat sehingga Honda harus beradaptasi.
Meskipun ingin mempercepat pengembangan teknologi baru, Honda menegaskan tidak akan mengorbankan kepercayaan pelanggan. Fujimura menyatakan bahwa tingkat loyalitas pelanggan Honda cukup tinggi dan menjadi nilai kunci yang tidak boleh dikorbankan hanya untuk mengejar kecepatan pengembangan di pasar yang kompetitif.
Bagikan
Berita terkait
Kebijakan Trump "Makan Korban" Toyota dan Honda, Bisa Tutup
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.40
Daftar Merek Mobil Terlaris hingga Agustus 2026, BYD Pepet Mitsubishi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.50
Diskon Motor Listrik Honda September 2026, CUV e: Dipangkas Rp24 Jutaan
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 11.23
Aksi Gila Rheza Danica di ARRC Sepang: Dari Buntut hingga Naik Podium
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 20.06