Hadapi Sanksi AS, Kepala Bank Sentral: Iran Tidak Kesulitan Sediakan Mata Uang Asing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menyatakan bahwa negara tidak mengalami kesulitan dalam menyediakan mata uang asing. Untuk membuktikan hal tersebut, Iran menyalurkan mata uang asing senilai USD2 miliar ke pasar, ditujukan bagi Presiden AS Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent agar memahami situasi sebenarnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap sanksi terbaru yang diterapkan AS terhadap Iran.
Hemmati menambahkan, hingga awal Oktober, total pasokan mata uang asing Iran mencapai sekitar USD24,9 miliar, yang merupakan penurunan sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (USD28 miliar). Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penurunan ini tidak mempengaruhi pasokan mata uang untuk barang kebutuhan pokok. Justru, pasokan mata uang asing khusus untuk membiayai impor obat-obatan mengalami kenaikan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pernyataan ini muncul setelah nilai tukar mata uang rial Iran mencatatkan rekor terendah baru, sekaligus menjadi bagian dari upaya AS untuk membatasi akses Iran terhadap devisa asing melalui sanksi yang diterapkan.
Bagikan
Berita terkait
AS Larang Maskapai Iran Layani Penerbangan Internasional, Ini Dampaknya
kumparan · 27 September 2026 pukul 03.00
Penerbangan Dihentikan karena Sanksi AS, Bagaimana Delegasi Iran Bisa Pulang dari PBB?
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 14.28
China Kecam Ancaman Tarif AS 100% terhadap Pembeli Minyak Rusia
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 07.44
Terjepit Sanksi AS Bikin Harga Bensin Iran Melejit
Detik.com · 8 September 2026 pukul 06.41