Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Hadapi Sanksi AS, Kepala Bank Sentral: Iran Tidak Kesulitan Sediakan Mata Uang Asing

Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menyatakan bahwa negara tidak mengalami kesulitan dalam menyediakan mata uang asing. Untuk membuktikan hal tersebut, Iran menyalurkan mata uang asing senilai USD2 miliar ke pasar, ditujukan bagi Presiden AS Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent agar memahami situasi sebenarnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap sanksi terbaru yang diterapkan AS terhadap Iran.

Hemmati menambahkan, hingga awal Oktober, total pasokan mata uang asing Iran mencapai sekitar USD24,9 miliar, yang merupakan penurunan sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (USD28 miliar). Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penurunan ini tidak mempengaruhi pasokan mata uang untuk barang kebutuhan pokok. Justru, pasokan mata uang asing khusus untuk membiayai impor obat-obatan mengalami kenaikan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pernyataan ini muncul setelah nilai tukar mata uang rial Iran mencatatkan rekor terendah baru, sekaligus menjadi bagian dari upaya AS untuk membatasi akses Iran terhadap devisa asing melalui sanksi yang diterapkan.

Berita terkait