Halimun Salak, Rumah Macan Tutul dan Penyangga Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
Survei kamera pengintai di Taman Nasional Gunung Halimun Salak berhasil mengidentifikasi 51 individu macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Dari 240 kamera dipasang pada 120 petak survei, 113 stasiun berhasil merekam macan tutul Jawa yang terdiri atas 23 jantan, 24 betina, dan 4 yang jenis kelaminnya belum dapat ditentukan. Macan tutul Jawa lebih banyak terdeteksi di kawasan dengan kondisi hutan yang relatif terjaga. Selain macan tutul Jawa, satwa lain seperti trenggiling, lutung Jawa, surili Jawa, elang Jawa, kucing kuwuk, dan landak Jawa juga direkam. Temuan ini memberikan data penting untuk menentukan langkah konservasi selanjutnya. Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Hariyo T. Wibisono, menyatakan bahwa konservasi tidak berhenti pada berapa individu yang berhasil terekam, tetapi juga pada penjagaan habitat, sumber pakan, dan konektivitas kawasan. Survei juga menemukan tekanan terhadap habitat seperti perburuan, pembalakan, perambahan, dan aktivitas kendaraan. Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga memiliki potensi energi geothermal dengan pembangkit listrik berkapasitas 403,2 MW yang dikelola oleh Star Energy Geothermal Salak. Upaya penjagaan ekosistem meliputi pemulihan habitat, pengembangan Green Corridor, pemantauan satwa menggunakan camera trap, serta penguatan pengamanan bersama polisi hutan.
Bagikan
Berita terkait
Titiek Soeharto Sambut Kunjungan Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.26
Titiek Soeharto Sambut 21 Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC Lampung
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 12.56
Titiek Soeharto Sambut 21 Peraih Nobel Laureates di Tambling
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.05
Titiek Soeharto Sambut Peraih Nobel dan Tokoh Dunia di TWNC
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 19.45