Hampir 80 Persen Konsumen China Tanya AI Sebelum Belanja, Merek Kini Berebut “Dipilih AI”
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hampir 80 persen konsumen China kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu keputusan belanja, menurut survei kuartal kedua dari China Association of Small and Medium Commercial Enterprises. Mereka memanfaatkan AI seperti Doubao, DeepSeek, dan Qwen untuk mencari informasi, membandingkan harga, hingga mengevaluasi merek sebelum membeli. Penggunaan AI ini mencapai ratusan juta orang, dengan Doubao mencapai 382 juta pengguna aktif hingga Juni 2025. Perubahan ini membuat persaingan merek bergeser dari visibilitas di halaman web ke bagaimana merek dipahami dan "dipilih" oleh sistem AI. Menurut para ahli, termasuk Profesor Tsinghua dan Fudan University, perusahaan tidak lagi sepenuhnya mengendalikan citra merek karena deskripsi AI bisa berubah-ubah, bergantung pada model dan konteks. Selain itu, informasi palsu bisa dibuat dengan biaya rendah (sekitar 100 yuan) dan dengan cepat memengaruhi persepsi AI terhadap sebuah merek. Laporan dari Fudan University menekankan bahwa AI cenderung memilih sumber yang dapat diverifikasi dan terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan konten mereka kredibel dan mudah ditemukan oleh model bahasa besar agar tetap relevan dalam pencarian berbasis AI.
Bagikan
Berita terkait
Kebakaran Hanguskan 40 Bangunan di Duren Sawit, 84 Warga Terdampak
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 15.07
Rusia Luncurkan Senjata Laser Portabel yang Bisa Dibawa Personel
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 15.07
Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa Flores, Dirjen Dukcapil Terjunkan Tim ke Ngada
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 15.05
Kemensos Perkuat Dukungan Psikososial bagi Korban Gempa NTT
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 15.05