Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Harapan Baru untuk Penglihatan, Terapi Peremajaan Sel Mata Kini Masuk Uji Klinis

Terapi eksperimental ER-100 dikembangkan oleh Life Biosciences untuk mengatasi kerusakan saraf mata akibat penuaan. Menggunakan pendekatan partial epigenetic reprogramming, terapi ini mengatur kembali aktivitas gen pada sel mata tanpa mengubah urutan DNA. ER-100 menggunakan tiga faktor transkripsi—OCT4, SOX2, dan KLF4 (OSK)—untuk memengaruhi pola epigenetik retinal ganglion cells (RGC), sel saraf yang mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. Kerusakan RGC sering menyebabkan kehilangan penglihatan yang sulit dipulihkan dengan pengobatan konvensional.

Pada Januari 2026, FDA memberikan clearance untuk Investigational New Drug (IND) ER-100, memungkinkan uji klinis Fase 1 dimulai. Dosis pertama diberikan pada 2026 kepada pasien dengan glaukoma sudut terbuka dan non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION). Uji coba ini terutama menilai keamanan, toleransi, respons imun, dan indikator fungsi penglihatan. Penelitian sebelumnya pada hewan menunjukkan perbaikan pola epigenetik dan fungsi visual setelah pemberian ER-100.

Hasil uji Fase 1 akan menentukan apakah terapi dapat lanjut ke uji klinis dengan lebih banyak pasien. Jika terbukti aman dan efektif, ER-100 berpotensi menjadi pendekatan baru untuk mengatasi penyakit mata berkaitan dengan penuaan dan kerusakan saraf. Namun, karena masih dalam tahap investigasi, efeknya pada manusia belum terbukti.

Berita terkait