Harapan Baru untuk Penglihatan, Terapi Peremajaan Sel Mata Kini Masuk Uji Klinis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Terapi eksperimental ER-100 dikembangkan oleh Life Biosciences untuk mengatasi kerusakan saraf mata akibat penuaan. Menggunakan pendekatan partial epigenetic reprogramming, terapi ini mengatur kembali aktivitas gen pada sel mata tanpa mengubah urutan DNA. ER-100 menggunakan tiga faktor transkripsi—OCT4, SOX2, dan KLF4 (OSK)—untuk memengaruhi pola epigenetik retinal ganglion cells (RGC), sel saraf yang mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. Kerusakan RGC sering menyebabkan kehilangan penglihatan yang sulit dipulihkan dengan pengobatan konvensional.
Pada Januari 2026, FDA memberikan clearance untuk Investigational New Drug (IND) ER-100, memungkinkan uji klinis Fase 1 dimulai. Dosis pertama diberikan pada 2026 kepada pasien dengan glaukoma sudut terbuka dan non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION). Uji coba ini terutama menilai keamanan, toleransi, respons imun, dan indikator fungsi penglihatan. Penelitian sebelumnya pada hewan menunjukkan perbaikan pola epigenetik dan fungsi visual setelah pemberian ER-100.
Hasil uji Fase 1 akan menentukan apakah terapi dapat lanjut ke uji klinis dengan lebih banyak pasien. Jika terbukti aman dan efektif, ER-100 berpotensi menjadi pendekatan baru untuk mengatasi penyakit mata berkaitan dengan penuaan dan kerusakan saraf. Namun, karena masih dalam tahap investigasi, efeknya pada manusia belum terbukti.
Bagikan
Berita terkait
Kenali Gejala Glaukoma, dari Mata Merah hingga Penglihatan Kabur
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 18.45
Bahaya Mata Merah: Waspadai Risiko Infeksi Berat hingga Glaukoma
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 16.00
Perbedaan DNA dan Gen: Memahami Hubungan Struktur dan Unit Fungsional Genetika
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.32
Misteri Persepsi Warna Manusia Terkuak, Alam Menjelaskan Alasan Kita Melihat Empat Warna Murni
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.45