Harga Aluminium Meroket, Indonesia Gandakan Konsumsi Batu Bara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia berupaya meningkatkan produksi aluminium hingga 14,5 juta metrik ton pada 2030 dari 1 juta ton pada 2025, memanfaatkan cadangan batu bara melimpah untuk mempercepat pembangunan smelter. Upaya ini bermakna kontraproduktif dengan janji pengurangan emisi karbon serta mendorong penggunaan batu bara yang bersumber fosil, menimbulkan kekhawatiran greenwashing. Gangguan pasokan aluminium akibat perang Iran menurunkan produksi Timur Tengah 44%, memberi peluang Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk menarik pasokan global. Harga aluminium naik dari US$3.150–3.250 ke US$3.780 per metrik ton, kini berada di sekitar US$3.400. Investasi China mencapai US$5,5–6 miliar saat ini, diproyeksikan mencapai US$30 miliar pada 2030. Proyek 32 pembangkit listrik tenaga batu bara off-grid (captive coal) direncanakan untuk smelter, namun dampak emisi tidak dapat dilacak secara terukur.
Bagikan
Berita terkait
AS Pindahkan Aset Militernya ke Timur Tengah, Mengapa 3 Negara Ini Ketar-ketir?
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 04.40
Fasilitas Produksi CTP Binder Pertama di Indonesia Beroperasi
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.43
Wow, China Ternyata Konsumsi Batu Bara 4,4 Miliar Ton/ Tahun
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.55
Data Egosentris, Kunci China Unggul Ciptakan Robot Humanoid AI
kumparan · 2 September 2026 pukul 11.55