Harga Ayam Tembus Rp40 Ribu Jadi Perhatian Pemkot Bandung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemkot Bandung memastikan pasokan pangan umum tetap aman, namun harga daging ayam menjadi perhatian serius setelah naik di atas Rp40.000 per kilogram. Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan daging ayam sebagai sumber protein utama warga setelah telur, sehingga kenaikan harga ini berdampak langsung pada pola konsumsi masyarakat. Akibatnya, warga yang biasanya mengonsumsi ayam setiap hari kini hanya tiga kali seminggu. Farhan menduga kenaikan ini disebabkan masalah distribusi di tingkat hulu dan telah menyuruh Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyelidiki rantai pasok ayam untuk menemukan solusi agar harga kembali terjangkau.
Di sisi lain, ketersediaan beras di Kota Bandung dianggap cukup aman dengan sekitar 16 provinsi sebagai pemasok utama. Bulog bertanggung jawab atas sekitar 30% distribusi beras dan dijamin dapat diakses oleh masyarakat. Namun, Farhan menegaskan bahwa warga yang menginginkan beras dengan kualitas tertentu harus mengikuti mekanisme pasar karena tidak semua jenis beras termasuk dalam skema distribusi Bulog.
Situasi keamanan dan gizi juga menjadi sorotan terpisah. Walhi Jawa Barat memperingatkan bahwa burung Ekek Keling Sunda hanya tersisa 50-250 ekor akibat deforestasi dan perburuan, sekaligus mengusulkan agar burung ini menjadi maskot daerah untuk mencegah kepunahan. Di sisi lain, kejadian kebakaran di TPA Nangkaleah, Kabupaten Tasikmalaya, masih dalam proses pemadaman dengan melibatkan petugas gabungan dan warga setempat.
Bagikan
Berita terkait
Stok Beras Nasional Capai 5,17 Juta Ton, Aman hingga 1 Tahun
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 14.00
Tepis 5,25 Juta Ton Beras Menumpuk di Gudang, Bulog: Terus Bergerak
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 20.47
Didemo Mahasiswa, Farhan Siapkan Ruang Dialog dan Transparansi
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.18
Makin Marak, Mendag Beri Pesan Tegas ke Produsen Beras Berlabel Khusus
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.55