Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Hasil Kajian I-SER UI: Banjir Garoga Tapsel Dipicu Siklon Senyar, Tidak Terkait Pertambangan

Kajian I-SER FMIPA Universitas Indonesia menyimpulkan bahwa banjir bandang di Garoga, Tapanuli Selatan, dipicu oleh hujan ekstrem akibat siklon Senyar, bukan aktivitas pertambangan. Data menunjukkan curah hujan harian mencapai 229,7 mm dengan akumulasi mingguan lebih dari 600 mm, sebuah fenomena yang setara dengan kejadian berulang 300 tahun.

Bencana diperparah oleh 1.572 titik longsor, di mana 81% berada di kawasan hutan lereng curam. Material longsoran menyumbat aliran sungai sehingga memicu banjir bandang. Meskipun terjadi alih fungsi hutan menjadi sawit sekitar 10% dari luas DAS Garoga, hal tersebut dinilai tidak berpengaruh signifikan karena lokasinya berada di bagian bawah. I-SER merekomendasikan perbaikan tata ruang untuk menentukan zona aman permukiman dan evakuasi melalui kesepakatan antara Pemda dan masyarakat.

Berita terkait