Heboh Konser Israel Houghton, Dirjen Imigrasi Menolak Pengajuan Visa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyatakan bahwa pihaknya akan menolak permohonan visa dari penyanyi gospel AS, Israel Houghton, yang berencana mengadakan konser di Jakarta bersama grup musiknya, Israel & New Breed. Penolakan dilakukan sebagai perlindungan utama untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Hendarsam menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada rekam jejak Israel Houghton yang diketahui mendukung kebijakan Israel, sehingga dianggap tidak cocok untuk memberikan visa ke Indonesia. Pihak Imigrasi telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenkokuham Imipas) dalam menyikapi rencana konser tersebut.
Hingga 5 Oktober 2026, pihak Imigrasi belum menerima permohonan visa resmi dari Israel Houghton. Namun, diketahui bahwa Israel Houghton pernah memperoleh visa performa pada Januari 2026 sebelumnya. Dengan pertimbangan mendukung Israel dan potensi dampaknya terhadap perasaan publik Indonesia, pihak Imigrasi bersiap untuk menolak jika ada permohonan visa baru dari pihak yang bersangkutan.
Konser yang direncanakan ini sebenarnya sudah menjadi sorotan publik, terutama dikarenakan kontroversi terkait dukungan Israel Houghton terhadap kebijakan Israel. Hal ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia yang memiliki pandangan beragam mengenai hubungan dengan komunitas Israel.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton, Soroti Dugaan Kampanye Pro Israel
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 10.00
Imigrasi Tolak Visa Penyanyi Gospel AS Israel Houghton, Terindikasi Dukung Israel
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 09.30
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 09.16
Imigrasi Pastikan Bakal Tolak Visa Israel Houghton ke Indonesia
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 08.52