Hewan Peliharaan Warga Gunung Kidul Ini Ubah Sampah Jadi Cuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331898/original/069476700_1787581411-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_6.29.26_PM.jpeg)
Masyarakat Desa Karangasem, Gunungkidul mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber daya ekonomi melalui program budidaya maggot Black Soldier Fly. Program ini mengelola rata-rata 561 kg sampah organik per bulan dari 60 rumah tangga dan dua angkringan, mengurangi bau dan pencemaran sampah 40-60%. Hasil olahan meliputi 50 kg maggot segar, 420 kg bekas maggot, dan 540 liter pupuk organik cair per tahun. Maggot dipakai sebagai pakan lele (547,5 kg/tahun) dan ayam (730 kg/tahun), serta bekas maggot ditjadikan pupuk. Pendapatan dari penjualan lele, telur, sayuran, dan pupuk mencapai Rp 1,5 juta/bulan untuk ikan/telur, Rp 500 ribu/bulan untuk sayuran, serta Rp 4,5 juta/tahun untuk pupuk. Penghematan biaya pakan sampai Rp 10,08 juta/tahun. Program dikoordinasikan Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem bersama PLN EPI dan BAg, melibatkan 25 anggota aktif dan memberi manfaat kepada 25-60 orang.
Bagikan
Berita terkait
PLN EPI Olah 561 Kg Sampah Organik per Bulan di Gunungkidul
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
Sampah Ditukar Oli, Warga Gang Hijau Cemara Bangun Ekonomi Sirkular Bersama Pertamina Lubricans
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 11.47
Dari Sampah Menjadi Cuan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.22
Dari Sampah Jadi Cuan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.34