Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari

Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan signifikan hotspot kebakaran hutan di Kalimantan selama tiga hari (17-19 Agustus 2026). Pada 17 Agustus, terdeteksi 123 hotspot di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan. Pada 18 Agustus, jumlah turun menjadi 109 titik. Namun, pada 19 Agustus, jumlah melonjak drastis menjadi 518 titik—lebih dari empat kali lipat dibanding hari sebelumnya. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan peningkatan tertinggi, masing-masing mencatat 259 dan 242 hotspot. Selama periode tiga hari, total akumulasi hotspot mencapai 750 titik. Kemenhut menegaskan bahwa hotspot tidak selalu berkorelasi langsung dengan jumlah kejadian kebakaran atau tingkat keparahan asap, karena satu kejadian bisa terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Penyebaran asap dipengaruhi oleh faktor seperti arah dan kecepatan angin, kelembapan, dan karakteristik lahan.

Pemerintah telah menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kabut asap dan terbatasnya jarak pandang di berbagai kota seperti Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, dan Banjarbaru. Pada 19 Agustus, jarak pandang di Bandara Supadio (Pontianak) turun hingga 1,2 km, sementara di Palangka Raya mencapai 3 km, dan di Bandara Syamsudin Noor (Balikpapan) hanya 400 meter. Namun, pada 20 Agustus, kondisi mulai membaik dengan jarak pandang di Bandara Supadio mencapai 4 km dan di Bandara Tjilik Riwut mencapai 6 km.

Untuk menangani situasi ini, pemerintah telah menggerakkan sekitar 12.880 personel gabungan, dengan alokasi terbesar di Kalimantan Tengah (10.700 orang). Operasi pemadaman kebakaran juga dilakukan secara udara melalui water bombing, yang dikoordinasikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB untuk menambah dukungan armada udara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait