Hotspot Karhutla Jambi Tinggal 5 Titik, Peran Warga Disebut Jadi Kunci
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan peran masyarakat sebagai kunci utama dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kebakaran hutan yang masih tinggi di Kalimantan dan Sumatera Selatan, lanskap Bujang Raba di Jambi menjadi contoh 'oase' yang berhasil dilindungi oleh partisipasi warga. Menurutnya, kesadaran dan keterlibatan masyarakat desa dalam menjaga kawasan hutan terbukti efektif mengurangi risiko karhutla. Pemerintah juga berencana membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berbasis di desa untuk memperkuat upaya ini. Bujang Raba tidak hanya berhasil ditarik dari ancaman kebakaran, tetapi juga menjadi kawasan perhutanan sosial pertama yang mendapat persetujuan untuk perdagangan karbon, sehingga manfaat ekonomi dari karbon dapat diakses oleh masyarakat bukan hanya oleh pemegang konsesi besar. Raja Juli menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus berjalan sejalan dengan penegakan hukum untuk mencegah aktivitas ilegal di hutan. Kementerian Kehutanan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk melalui patroli gabungan, untuk menangkal pelanggaran. Kombinasi antara pemberdayaan masyarakat dan penegakan hukum, katanya, adalah formula agar tidak ada lagi aktivitas ilegal di kawasan hutan. Pada akhir September 2026, jumlah hotspot karhutla di Jambi berhasil ditekan dari ratusan titik hanya tersisa lima titik, menandakan penanganan yang sedang berjalan memberikan hasil positif. Raja Juli menegaskan bahwa keberhasilan ini hanya bisa berkelanjutan dengan gotong royong penuh antara pemerintah dan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
BMKG Ungkap Teknik Bor Dangkal untuk Padamkan Karhutla di Lahan Gambut
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 23.44
Kuliah Umum di Unila, Pencegahan Karhutla Harus Menyentuh Akar Masalah
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 21.58
Sempat Padam Sepekan, HLG Londerang Kembali Terbakar Hebat
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 23.35
Kabut Asap Karhutla Ancam Aktivitas Pelayaran di Sungai Batanghari
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 20.56