Hujan Deras 2 Hari Picu Banjir dan Tanah Longsor Kebun Teh, 5 Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hujan deras yang mengguyur Sri Lanka selama dua hari terakhir telah memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terutama kawasan pegunungan penghasil teh. Bencana ini mengakibatkan 5 orang tewas, 3 luka-luka, dan 2 lainnya masih dinyatakan hilang. Pemerintah menutup sejumlah sekolah pada Selasa (4/8/2026) dan mengevakuasi warga dari area terdampak.
Banjir merusak sedikitnya 129 rumah serta memaksa hampir 2.000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Personel Angkatan Laut dan Angkatan Darat dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk yang terjebak dan membantu proses penyelamatan. Rekaman televisi lokal memperlihatkan ruas jalan utama tertutup batu besar, material longsor, dan tiang listrik tumbang, menghambat arus lalu lintas.
Bencana ini terjadi ketika Sri Lanka masih berupaya memulihkan kerusakan akibat Siklon Ditwa yang melanda pada November tahun lalu, menewaskan hampir 640 orang dan menimbulkan kerugian sekitar US$4,1 miliar. Tanah longsor dan banjir merupakan bencana tahunan selama musim hujan monsun di Sri Lanka, sering memicu pengungsian massal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 09.16
Padang Dilanda Banjir Imbas Hujan Deras, Sejumlah Kendaraan Hanyut
Berita terkait
China Digempur Cuaca Ekstrem, Xi Jinping Soroti Mitigasi Bencana
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00
Ribuan Penumpang Luntang-Lantung di Bandara, Terjebak Banjir Dahsyat
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.30
Jepang Lumpuh, 22.000 Warga Mati Lampu-7.000 Terjebak di Bandara
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.00
6 Orang Tewas dan Ribuan Warga Terjebak saat Jepang Dilanda Hujan Terparah
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.25