Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Hujan Meteor Epsilon Perseids September 2026: Waktu Terbaik dan Cara Melihatnya

Hujan meteor Epsilon Perseids September 2026 akan mencapai puncaknya pada malam 9 hingga dini hari 10 September 2026. Berbeda dengan hujan meteor Perseid yang terkenal pada Agustus, Epsilon Perseids lebih lemah dan berasal dari rasi Perseus. Fenomena ini aktif dari 5 hingga 21 September setiap tahun. International Meteor Organization (IMO) memperkirakan Zenithal Hourly Rate (ZHR)-nya mencapai sekitar delapan meteor per jam pada kondisi ideal. Namun, jumlah yang terlihat dari lapangan pengamat bisa lebih rendah tergantung kondisi langit, polusi cahaya, dan cuaca. Pada tahun 2026, kondisi pengamatan dianggap menguntungkan karena puncaknya bertepatan dengan fase Bulan baru, sehingga cahaya bulan yang minim membuat langit lebih gelap dan meteor lebih mudah terlihat.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah pada beberapa jam setelah tengah malam hingga menjelang fajar, ketika rasi Perseus berada paling tinggi di langit. Di wilayahan bumi utara, kondisi pengamatan lebih baik karena ketinggian rasi yang lebih optimal. Di kawasan Asia, termasuk Indonesia, pengamat tetap bisa mencoba dengan mencari lokasi yang jauh dari lampu kota. Asal-usul benda induk Epsilon Perseids September belum diketahui secara pasti, namun diduga terkait dengan komet periode panjang. Meteor dari hujan ini bergerak sangat cepat, dengan kecepatan sekitar 64 kilometer per detik saat memasuki atmosfer Bumi.

Untuk menyaksikan fenomena ini, pengamat tidak membutuhkan teleskop atau peralatan khusus. Mata telanjang adalah pilihan terbaik agung melihat area langit yang lebih luas. Langkah pertama adalah memilih lokasi yang gelap dan jauh dari sumber cahaya, lalu memberi waktu 20 hingga 30 menit agar mata terbiasa dengan kegelapan. Pengamat juga tidak perlu menatap langsung ke arah rasi Perseus karena meteor bisa muncul di berbagai bagian langit. Meskipun tidak sebanyak hujan meteor Perseid pada Agustus, kemunculan meteor yang cepat dan sesekali terang tetap menjadi tontonan menarik bagi para pengamat langit.

Berita terkait