Ibu PKK di Banjar Cetak Peluang Usaha Lewat Keripik Labu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

21 ibu anggota PKK di Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, kini memiliki keterampilan baru mengolah labu menjadi keripik renyah. Pelatihan intensif selama tiga bulan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) TA 2026. Tim pengabdian dari Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membawa pendekatan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk, tidak hanya mengajarkan cara memasak konvensional tetapi juga penggunaan perangkat modern untuk menjaga nutrisi dan kerenyahan.
Pemilihan labu sebagai bahan baku didasari oleh kelimpahan komoditas di pekarangan warga. Selama ini, labu hanya diolah secara sederhana seperti direbus atau dikukus. Dengan pelatihan ini, para ibu PKK dapat mengubah labu menjadi keripik renyah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi peluang usaha baru.
Tim ULM juga membekali peserta dengan kemampuan manajerial, termasuk administrasi keuangan sederhana dan pemasaran digital melalui platform seperti WhatsApp dan Instagram. Ketua tim, Nazhipah Isnani, berharap program ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga, dengan produk keripik labu yang terus dikembangkan dari sisi variasi rasa dan kemasan agar usaha berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
PTPN Perkuat UMKM, Pariwisata Desa, hingga Pertanian di Momentum HUT Ke-81 RI
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.25
PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi Untuk Puluhan Penyandang Disabilitas
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 13.41
Event Lari Ini Hadirkan Sensasi Pasar Tradisional
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 23.07
Transformasi Digital UMKM, Wajah Baru Ekonomi di Era E-Commerce
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 22.26