Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

IFSRC Dorong Diplomasi People-to-People dan Dialog Peradaban Indonesia–Tiongkok

Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) diluncurkan pada 15 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, dalam Seminar Nasional yang bertema Memahami Global Civilization Initiative (GCI) dari perspektif Indonesia-Tiongkok. Acara ini diselenggarakan oleh Sino-Nusantara Institute, sebuah lembaga think tank independen yang fokus pada penguatan hubungan masyarakat kedua negara. IFSRC bertujuan untuk mempromosikan diplomasi antarmasyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Tiongkok di bidang non-ekonomi.

Dalam pidatonya, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa tantangan hubungan internasional di abad ke-21 tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan ekonomi dan diplomasi formal (Government-to-Government/G2G). Stabilitas jangka panjang, kata dia, membutuhkan rasa saling percaya, penghormatan, dan kesalingpengertian antar masyarakat (People-to-People/P2P). Sari Yuliati juga menegaskan bahwa diplomasi modern harus berakar kuat pada pertukaran antarmasyarakat, bukan hanya pada interaksi pemerintah ke pemerintah.

Acara ini hadir dengan dukungan dari sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk Sekjen Kementerian Agama Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., dan perwakilan Kedubes RRT untuk Indonesia, Mr. Zhou Kan. Dengan peluncuran IFSRC, diharapkan dapat terbentuk jaringan yang memfasilitasi kolaborasi lebih lanjut antara masyarakat sipil Indonesia dan Tiongkok, terutama di bidang budaya, pendidikan, dan agama. Tiongkok saat ini tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, sekaligus menjadi landasan bagi diplomasi people-to-people yang semakin diperluas.

Berita terkait