Ilmuwan Temukan Antibodi yang Berpotensi Cegah Infeksi Epstein-Barr Virus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ilmuwan dari Fred Hutch Cancer Center dan institusi lain mengembangkan 10 antibodi monoklonal yang berpotensi mencegah infeksi Epstein-Barr virus (EBV). Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports Medicine pada Februari 2026, menggunakan tikus transgenik dengan gen antibodi manusia. Dua protein EBV menjadi target: gp350 yang membantu virus menempel pada sel, dan gp42 yang mendukung masuknya virus ke dalam sel. Dari 10 antibodi yang dihasilkan, delapan menargetkan gp42 dan dua menargetkan gp350. Pengujian pada tikrushow perlindungan penuh terhadap infeksi EBV, sementara antibodi anti-gp350 memberikan perlindungan sebagian.
EBV, termasuk keluarga virus herpes, telah menginfeksi sekitar 95% orang dewasa di dunia. Infeksi umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan mononukleosis atau kanker pada orang dengan sistem kekebalan lemah. Karena EBV dapat bertahan di tubuh dalam keadaaksen, pengembangan terapi khusus sulit. Saat ini belum tersedia pengobatan yang secara langsung menghilangkan EBV.
Antibodi baru ini masih dalam tahap penelitian awal dan belum siap untuk penggunaan klinis. Perlu penelitian lanjutan untuk menguji keamanan, efektivitas, dan dosis pada manusia. Jika berhasil, pendekatan ini berpotensi menjadi dasar pengembangan vaksin atau terapi berbasis antibodi, terutama untuk kelompok berisiko tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat di Selat Sunda
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.00
Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Diterjunkan Cari Korban Kapal Virgo
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.56
Legislator Gerindra Minta Kemenhub Investigasi Total Kasus KM Virgo Tenggelam
Detik.com · 14 September 2026 pukul 21.54
Sering Pakai Earphone, Tapi Pendengaran Normal. Perlukah Skrining?
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.54